Radikalisme? Mendengarnya
saja sudah menakutkan. Pasti yang terbayang di otak kita adalah penentangan dan
kekesaran. Apalagi akhir-akhir ini banyak sekali kasus radikalisme yg melibatkan
kaum pemuda. Ironis sekali sebenarnya, mengapa selalu kaum pemuda yang terlibat
kasus radikalisme. Apa karena jiwanya yang masih labil? Mungkin saja….
Kasus radikalisme
yang paling sering kita dengar adalah radikalisme islam. Sebenarnya dulu aku
belum mengenal apa itu radikalisme. Tapi setelah muncul tragedi 11 September 2001
di gedung World Trade Centre di Amerika Serikat, istilah-istilah seperti Islam
Agama Radikal, Islam Agama Teroris dan lain-lain mulai bermunculan. Tidak hanya
itu, kasus yang paling menyedihkan lagi yaitu tentang Bom Bali, Bom Kuningan, dan
masih banyak episode bom lainnya yang mungkin kalau dibuat sinetron tidak akan
pernah selesai.
Yang lebih
mengerikan lagi, korban dari kebejatan radikalisme itu adalah para pemuda yang
umumnya berusia 15-24 tahun. Kebanyakan mereka direkrut dengan diberi
embel-embel tentang jihad dan semacamnya. Mungkin ini sengaja dilakukan karena
melihat jiwa pemuda adalah jiwa yang masih labil, berego tinggi, dan emosi yang
masih menggebu-gebu. Akibatnya terjadi kerusakan dimana-mana dan seolah-olah
negeri ini sudah kehilangan jati dirinya sebagai negeri yang berpenduduk ramah
dan menjunjung tinggi toleransi.
Sebenarnya
agak kesal tapi juga malu mendengar pernyataan itu. Kesal karena menurutku
islam sama sekali tidak mengajarkan tentang kekerasan, justru islam mengajarkan
tentang perdamaian dan toleransi. Sementara malunya karena justru orang islam
sendirilah yang menyebarkan radikalisme itu sendiri.
Nah… Buat kalian
para pemuda yang hendak atau yang sudah bergabung dengan radicalism lovers, hehe….
jangan hanya mengutamakan ego saja, atau memahami islam hanya dari segi tekstualnya saja tanpa memahami kontekstualnya. Sadar tidak? Kalau perbuatan yang demikian
itu tidak menjadikan islam semakin baik, malah menjadi semakin terpuruk. Bagaimana
tidak, gerakan radikal semacam itu justru menimbulkan anggapan dan pandangan
kalau Islam adalah agama yang kasar, tidak manusiawi, tidak toleran, dan
sebagaianya. Padahal islam itu agama yang “Rahmatan Lil Alamin”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar